Catatan:
Tulisan ini dibuat Selasa, 19 Mei 2020
Data diperbarui terakhir per Selasa, 19 Mei 2020
Pada Selasa (19/5) telah terkonfirmasi sebanyak 4.696.849 jiwa di dunia yang telah terjangkit Covid-19 dengan penambahan kasus baru sekitar 100 ribu jiwa. Data kasus Covid-19 ini akan diperbarui setiap hari di https://covid19.who.int/
Dari data yang dikumpulkan hingga Selasa (19/5), terlihat kenaikan kasus setiap harinya selama periode bulan Januari sampai bulan Mei. World Health Organization (WHO) merilis sampai saat ini Covid-19 telah mengakibatkan 315.131 jiwa meninggal dunia. Perbandingan kasus tertinggi Covid-19 di dunia dapat dilihat pada tabel berikut :
Screenshot Website WHO, Update
Covid 19 Mei Foto: Screenshot Update Covid 19 Mei
Pada data diatas disajikan enam negara-negara kawasan dengan kasus positif Covid-19 tertinggi di dunia. Amerika Serikat tercatat pada urutan pertama negara yang memiliki pasien positif Covid-19 terbanyak di dunia, yaitu sebanyak 2.082.945 kasus positif Covid-19 disusul oleh Eropa yang jumlahnya mencapai 1.890.467 kasus positif. Selanjutnya pada urutan ketiga yaitu Timur Tengah yang mencapai 346.276 kasus positif, urutan keempat yaitu Kawasan Pasifik Barat yang mencapai 169.178 kasus positif. Urutan kelima diduduki oleh Asia Tenggara yang mencapai 143.750 kasus positif dan keenam yaitu Afrika yang mencapai 63.521 kasus positif.
LALU BAGAIMANA DI INDONESIA ?
Sejak Presiden Joko Widodo mengumumkan kasus positif
Covid-19 di Indonesia pertama kali pada Senin (2/3) terjadi penambahan pasien
positif secara bertahap sampai bulan Mei. Tercatat penambahan pasien positif
Covid-19 pada Selasa (19/5) sebanyak 486 jiwa sehingga jumlah total pasien
positif Covid-19 di Indonesia saat ini sebanyak 18.496 jiwa. Sedangkan 4467
pasien sembuh dan 1221 pasien meninggal dunia. (sumber: covid19.go.id)
Tak bisa dipungkiri, Covid-19 menjadi momok baru dalam kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara. Kemenaker Republik Indonesia dan BPJS Ketenagakerjaan mencatat setidaknya ada sekitar 2 juta orang yang di-PHK dan dirumahkan imbas dari Covid-19. Kebutuhan hidup yang harus dipenuhi sementara roda perekomonian terputus membuat sebagian masyarakat tidak bisa #StayAtHome atau tinggal di rumah untuk bertahan hidup.
UPAYA PEMERINTAH
Ada beberapa implemetasi kebijakan pemerintah yang
telah dikeluarkan untuk meringankan beban tanggungan rakyat dan percepatan
penanganan Covid-19, yaitu:
1. Keringanan biaya listrik. Dikutip
dari Liputan6.com (18/5) Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, pemerintah
akan memperpanjang pemberian subsidi listrik hingga mencapai 6 bulan kedepan
atau sampai September 2020 mendatang. Pemberian subsidi listrik gratis untuk
golongan 450 Volt Ampere (VA) dan golongan 900 Volt Ampere (VA) diberikan
diskon 50 persen.
2. Mengeluarkan dana sebesar Rp 405,1 T
dari APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara) 2020 dengan
rincian, Rp 75 T untuk bidang kesehatan (insentif tenaga medis, pembelian
alat-alat kesehatan seperti APD, rapid test, ventilator, masker, dsb), Rp 100 T
untuk perlindungan sosial (contohnya bantuan sosial), Rp 70,1 T untuk insentif
perpajakan dan stimulus KUR terhitung mulai 1 April 2020 dan berlangsung selama
enam bulan, serta Rp 150 T untuk pembiayaan program pemulihan ekonomi nasional.
3. Pembatasan Sosial Berskala Besar
(PSBB). PSBB pertama
kali dilakukan di DKI Jakarta sesuai dengan penerbitan Surat Keputusan Menteri
Kesehatan RI Nomor HK.01.07/MENKES/239/2020 tentang Penetapan PSBB di Provinsi
DKI Jakarta dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19. Kemudian diikuti oleh
beberapa daerah, seperti Provinsi Jawa Barat, Provinsi Banten, Kota Makassar di
Sulawesi Selatan, dan Kota Tegal di Jawa Tengah.
4. Larangan mudik. Dikutip
dari website resmi Sekretariat Kabinet Republik Indonesia, Menteri Koordinator
Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Panjaitan, menegaskan larangan mudik
mulai berlaku sejak Jumat 24 April 2020 dan untuk penerapan sanksi yang sudah
disiapkan akan efektif ditegakkan mulai 7 Mei 2020.
Namun nyatanya kondisi saat ini di lapangan tidaklah
berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Masih sering ditemukan di beberapa
daerah implementasi kebijakan pemerintah yang tidak tepat sasaran dan tidak
dilaksanakan dengan baik oleh masyarakat Indonesia sendiri. Seperti yang
terjadi di Pasar Anyar, Kota Bogor pada Minggu (17/5) dikutip dari detikcom,
suasana pasar sangat ramai dipenuhi masyarakat yang membludak. Hal ini tentunya
melanggar aturan PSBB, apalagi banyak masyarakat yang berbelanja dengan tidak
menggunakan masker.
Kondisi seperti ini sangat memprihatinkan dan
rasa-rasanya seperti menyia-nyiakan tenaga medis yang berjuang di garda
terdepan demi penanganan virus corona di Indonesia. Tidak sedikit juga tenaga medis
yang telah gugur ketika menjalankan tugasnya. Di sisi lain, kebijakan yang
dikeluarkan oleh pemerintah masih belum bisa membuat suasana menjadi kondusif.
Hal ini diakibatkan kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah, baik itu dari
presiden, menteri-menteri terkait, dan kepala daerah, acap kali tumpang tindih
dan berlawanan satu sama lain.
Jika seperti ini terus, diprediksi akan terjadi gelombang kedua. Situasi ini memungkinkan terjadinya gelombang PHK besar-besaran, gelombang resesi ekonomi, krisisi finansial dan inflasi. Dikutip dari detikcom (14/5) Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 (GTPPC-19), Wiku Adisasmito, mengungkapkan saat ini pemerintah sedang mempersiapkan skenario terburuk apabila gelombang kedua virus corona terjadi di Indonesia. Meski demikian, pemerintah tidak berharap hal ini terjadi.
HAL
POSITIF DARI PANDEMI COVID-19
Tidak selalu hal yang negatif kita temui dalam suatu
kejadian. Menariknya ada banyak hal positif yang bisa dirasakan selama pandemi
Covid-19 ini, seperti berikut ini :
1. Lebih sering bertukar kabar. Kita
menjadi sering berkomunikasi dengan orang tua, saudara maupun kerabat. Hal
positif ini tentunya semakin mengeratkan kepedulian satu sama lain. Kita bersyukur
masih dapat merasakan nafas kehidupan dan kekuatan untuk menghadapi pandemi
virus corona yang belum kunjung berakhir ini.
2. Lebih
peduli dengan pola hidup sehat. Banyak orang yang menjadi lebih peduli dengan
kesehatan tubuh dan psikologinya. Kesehatan adalah harta yang tidak ternilai
harganya. Sejauh ini belum ada vaksin yang ditemukan untuk mengobati pasien
yang terpapar virus corona. Pasalnya, virus corona dapat ditangkal dengan imunitas
tubuh yang kuat. Meskipun imunitas tubuh yang kuat, kita harus tetap mematuhi imbauan
dan protokol kesehatan. Menjaga imunitas tubuh dapat dilakukan dengan olahraga
di rumah, mengonsumsi makanan yang sehat seperti buah dan sayur, dan tidak
panik.
3. Sadar akan
pentingnya dana darurat. Kita perlu menyiapkan dana darurat sejak dini untuk
berjaga-jaga karena kita tidak tahu kapan akan mendapat kesulitan ekonomi. Dana
darurat dapat dilakukan dengan menginvestasikan beberapa persen dari
penghasilan pribadi.
4. Peduli
dengan sesama. Tidak sedikit
kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat Indonesia terhenti. Virus corona
menjadikan kita lebih peduli dengan sesama. Seperti penggalangan dana telah
banyak dilakukan oleh influencer dan platform penggalangan dana lainnya.
KUNCI
PULIH DARI COVID-19
Kita semua pasti ingin Indonesia kembali pulih
secepatnya. Bagaimana caranya ? Kuncinya adalah hidup disiplin. Disiplin tidak
mudik, disiplin melakukan protokol kesehatan seperti membersihkan tangan dengan
hand sanitizer atau mencuci tangan pakai
sabun dan air dan pakai masker, disiplin menahan diri untuk tidak nongkrong,
disiplin menjauhi keramaian, disiplin jaga jarak minimal 1 meter, disiplin
hidup sehat, dan disiplin di rumah aja. Semua penyakit akan sembuh jika kita
disiplin dalam upaya pemulihan. Pastinya semua hal yang dilakukan dengan
disiplin akan berhasil.
Virus tidak akan menyebar jika tidak ada inangnya.
Untuk itu kita perlu menahan diri sejenak untuk tidak berpergian dan mematuhi
anjuran pemerintah agar kita bisa menekan penyebaran virus corona. Satu langkah
yang pasti adalah dimulai dari diri sendiri. Hal baik juga pasti dimulai
dari diri sendiri. Kemudian orang lain pasti akan mengikuti.
Sebagai masyarakat jangan pula kita buta informasi atau tidak mengikuti perkembangan agar kita tidak mudah termakan hoax dan tidak salah paham terhadap situasi yang terjadi. Sumber informasi yang valid dapat ditemui dalam https://covid19.go.id/ atau website resmi WHO https://covid19.who.int/
Screenshot Website covid19.go.id, Cek Hoax Foto: Screenshot Cek Hoax
Untuk memastikan berita yang valid kebenarannya dapat dicek di covid19.go.id, pada tombol merah bagian pojok kanan atas bertuliskan “Hoax Buster”. Selalu optimis dan jangan panik karena panik akan membuat kita semakin khawatir. Mari bersama-sama kita aware, mematuhi imbauan dan meneruskan tongkat estafet dari tenaga medis dan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.
Jangan lupa untuk saling berbagi dengan masyarakat
yang terdampak virus corona, sekecil apapun itu bantuannya pasti akan sangat
berguna untuk mereka. Seperti kata pepatah “selalu ada pelangi setelah hujan
badai”, artinya selalu ada kebahagiaan setelah penderitaan. Tetap semangat dan sebarkan
optimisme kepada seluruh masyarakat Indonesia bahwa Indonesia pasti pulih.
#IndonesiaBicaraBaik #BersamaUntukIndonesia
#PERHUMASIndonesia #StopHoax #StayHappy #StayHealthy #StayAtHome #WFH
#AsaUntukPulih #AsaIndonesia #IndonesiaBisa


