Sabtu, 23 Mei 2020

ASA LAWAN COVID-19

Catatan: Tulisan ini dibuat Selasa, 19 Mei 2020

Data diperbarui terakhir per Selasa, 19 Mei 2020


Pada Selasa (19/5) telah terkonfirmasi sebanyak 4.696.849 jiwa di dunia yang telah terjangkit Covid-19 dengan penambahan kasus baru sekitar 100 ribu jiwa. Data kasus Covid-19 ini akan diperbarui setiap hari di https://covid19.who.int/


Screenshot Website WHO, Update Covid 19 Mei Foto: Screenshot Update Covid 19 Mei

Dari data yang dikumpulkan hingga Selasa (19/5), terlihat kenaikan kasus setiap harinya selama periode bulan Januari sampai bulan Mei. World Health Organization (WHO) merilis sampai saat ini Covid-19 telah mengakibatkan 315.131 jiwa meninggal dunia. Perbandingan kasus tertinggi Covid-19 di dunia dapat dilihat pada tabel berikut :


Screenshot Website WHO, Update Covid 19 Mei Foto: Screenshot Update Covid 19 Mei

Pada data diatas disajikan enam negara-negara kawasan dengan kasus positif Covid-19 tertinggi di dunia. Amerika Serikat tercatat pada urutan pertama negara yang memiliki pasien positif Covid-19 terbanyak di dunia, yaitu sebanyak 2.082.945 kasus positif Covid-19 disusul oleh Eropa yang jumlahnya mencapai 1.890.467 kasus positif. Selanjutnya pada urutan ketiga yaitu Timur Tengah yang mencapai 346.276 kasus positif, urutan keempat yaitu Kawasan Pasifik Barat yang mencapai 169.178 kasus positif. Urutan kelima diduduki oleh Asia Tenggara yang mencapai 143.750 kasus positif dan keenam yaitu Afrika yang mencapai 63.521 kasus positif.

LALU BAGAIMANA DI INDONESIA ?

Sejak Presiden Joko Widodo mengumumkan kasus positif Covid-19 di Indonesia pertama kali pada Senin (2/3) terjadi penambahan pasien positif secara bertahap sampai bulan Mei. Tercatat penambahan pasien positif Covid-19 pada Selasa (19/5) sebanyak 486 jiwa sehingga jumlah total pasien positif Covid-19 di Indonesia saat ini sebanyak 18.496 jiwa. Sedangkan 4467 pasien sembuh dan 1221 pasien meninggal dunia. (sumber: covid19.go.id)

Tak bisa dipungkiri, Covid-19 menjadi momok baru dalam kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara. Kemenaker Republik Indonesia dan BPJS Ketenagakerjaan mencatat setidaknya ada sekitar 2 juta orang yang di-PHK dan dirumahkan imbas dari Covid-19. Kebutuhan hidup yang harus dipenuhi sementara roda perekomonian terputus membuat sebagian masyarakat tidak bisa #StayAtHome atau tinggal di rumah untuk bertahan hidup.

UPAYA PEMERINTAH

Ada beberapa implemetasi kebijakan pemerintah yang telah dikeluarkan untuk meringankan beban tanggungan rakyat dan percepatan penanganan Covid-19, yaitu:

1.  Keringanan biaya listrik. Dikutip dari Liputan6.com (18/5) Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, pemerintah akan memperpanjang pemberian subsidi listrik hingga mencapai 6 bulan kedepan atau sampai September 2020 mendatang. Pemberian subsidi listrik gratis untuk golongan 450 Volt Ampere (VA) dan golongan 900 Volt Ampere (VA) diberikan diskon 50 persen.

2.  Mengeluarkan dana sebesar Rp 405,1 T dari APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara) 2020 dengan rincian, Rp 75 T untuk bidang kesehatan (insentif tenaga medis, pembelian alat-alat kesehatan seperti APD, rapid test, ventilator, masker, dsb), Rp 100 T untuk perlindungan sosial (contohnya bantuan sosial), Rp 70,1 T untuk insentif perpajakan dan stimulus KUR terhitung mulai 1 April 2020 dan berlangsung selama enam bulan, serta Rp 150 T untuk pembiayaan program pemulihan ekonomi nasional.

3.  Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). PSBB pertama kali dilakukan di DKI Jakarta sesuai dengan penerbitan Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.01.07/MENKES/239/2020 tentang Penetapan PSBB di Provinsi DKI Jakarta dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19. Kemudian diikuti oleh beberapa daerah, seperti Provinsi Jawa Barat, Provinsi Banten, Kota Makassar di Sulawesi Selatan, dan Kota Tegal di Jawa Tengah.

4.  Larangan mudik. Dikutip dari website resmi Sekretariat Kabinet Republik Indonesia, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Panjaitan, menegaskan larangan mudik mulai berlaku sejak Jumat 24 April 2020 dan untuk penerapan sanksi yang sudah disiapkan akan efektif ditegakkan mulai 7 Mei 2020.

Namun nyatanya kondisi saat ini di lapangan tidaklah berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Masih sering ditemukan di beberapa daerah implementasi kebijakan pemerintah yang tidak tepat sasaran dan tidak dilaksanakan dengan baik oleh masyarakat Indonesia sendiri. Seperti yang terjadi di Pasar Anyar, Kota Bogor pada Minggu (17/5) dikutip dari detikcom, suasana pasar sangat ramai dipenuhi masyarakat yang membludak. Hal ini tentunya melanggar aturan PSBB, apalagi banyak masyarakat yang berbelanja dengan tidak menggunakan masker.

Kondisi seperti ini sangat memprihatinkan dan rasa-rasanya seperti menyia-nyiakan tenaga medis yang berjuang di garda terdepan demi penanganan virus corona di Indonesia. Tidak sedikit juga tenaga medis yang telah gugur ketika menjalankan tugasnya. Di sisi lain, kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah masih belum bisa membuat suasana menjadi kondusif. Hal ini diakibatkan kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah, baik itu dari presiden, menteri-menteri terkait, dan kepala daerah, acap kali tumpang tindih dan berlawanan satu sama lain.

Jika seperti ini terus, diprediksi akan terjadi gelombang kedua. Situasi ini memungkinkan terjadinya gelombang PHK besar-besaran, gelombang resesi ekonomi, krisisi finansial dan inflasi. Dikutip dari detikcom (14/5) Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 (GTPPC-19), Wiku Adisasmito, mengungkapkan saat ini pemerintah sedang mempersiapkan skenario terburuk apabila gelombang kedua virus corona terjadi di Indonesia. Meski demikian, pemerintah tidak berharap hal ini terjadi.

HAL POSITIF DARI PANDEMI COVID-19

Tidak selalu hal yang negatif kita temui dalam suatu kejadian. Menariknya ada banyak hal positif yang bisa dirasakan selama pandemi Covid-19 ini, seperti berikut ini :

1.  Lebih sering bertukar kabar. Kita menjadi sering berkomunikasi dengan orang tua, saudara maupun kerabat. Hal positif ini tentunya semakin mengeratkan kepedulian satu sama lain. Kita bersyukur masih dapat merasakan nafas kehidupan dan kekuatan untuk menghadapi pandemi virus corona yang belum kunjung berakhir ini.

2.  Lebih peduli dengan pola hidup sehat. Banyak orang yang menjadi lebih peduli dengan kesehatan tubuh dan psikologinya. Kesehatan adalah harta yang tidak ternilai harganya. Sejauh ini belum ada vaksin yang ditemukan untuk mengobati pasien yang terpapar virus corona. Pasalnya, virus corona dapat ditangkal dengan imunitas tubuh yang kuat. Meskipun imunitas tubuh yang kuat, kita harus tetap mematuhi imbauan dan protokol kesehatan. Menjaga imunitas tubuh dapat dilakukan dengan olahraga di rumah, mengonsumsi makanan yang sehat seperti buah dan sayur, dan tidak panik.

3.  Sadar akan pentingnya dana darurat. Kita perlu menyiapkan dana darurat sejak dini untuk berjaga-jaga karena kita tidak tahu kapan akan mendapat kesulitan ekonomi. Dana darurat dapat dilakukan dengan menginvestasikan beberapa persen dari penghasilan pribadi.

4.  Peduli dengan sesama. Tidak sedikit kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat Indonesia terhenti. Virus corona menjadikan kita lebih peduli dengan sesama. Seperti penggalangan dana telah banyak dilakukan oleh influencer dan platform penggalangan dana lainnya. 

KUNCI PULIH DARI COVID-19

Kita semua pasti ingin Indonesia kembali pulih secepatnya. Bagaimana caranya ? Kuncinya adalah hidup disiplin. Disiplin tidak mudik, disiplin melakukan protokol kesehatan seperti membersihkan tangan dengan hand sanitizer atau mencuci tangan pakai sabun dan air dan pakai masker, disiplin menahan diri untuk tidak nongkrong, disiplin menjauhi keramaian, disiplin jaga jarak minimal 1 meter, disiplin hidup sehat, dan disiplin di rumah aja. Semua penyakit akan sembuh jika kita disiplin dalam upaya pemulihan. Pastinya semua hal yang dilakukan dengan disiplin akan berhasil.

Virus tidak akan menyebar jika tidak ada inangnya. Untuk itu kita perlu menahan diri sejenak untuk tidak berpergian dan mematuhi anjuran pemerintah agar kita bisa menekan penyebaran virus corona. Satu langkah yang pasti adalah dimulai dari diri sendiri. Hal baik juga pasti dimulai dari diri sendiri. Kemudian orang lain pasti akan mengikuti.

Sebagai masyarakat jangan pula kita buta informasi atau tidak mengikuti perkembangan agar kita tidak mudah termakan hoax dan tidak salah paham terhadap situasi yang terjadi. Sumber informasi yang valid dapat ditemui dalam https://covid19.go.id/ atau website resmi WHO https://covid19.who.int/

Screenshot Website covid19.go.id, Cek Hoax Foto: Screenshot Cek Hoax

Untuk memastikan berita yang valid kebenarannya dapat dicek di covid19.go.id, pada tombol merah bagian pojok kanan atas bertuliskan “Hoax Buster”.  Selalu optimis dan jangan panik karena panik akan membuat kita semakin khawatir. Mari bersama-sama kita aware, mematuhi imbauan dan meneruskan tongkat estafet dari tenaga medis dan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

Jangan lupa untuk saling berbagi dengan masyarakat yang terdampak virus corona, sekecil apapun itu bantuannya pasti akan sangat berguna untuk mereka. Seperti kata pepatah “selalu ada pelangi setelah hujan badai”, artinya selalu ada kebahagiaan setelah penderitaan. Tetap semangat dan sebarkan optimisme kepada seluruh masyarakat Indonesia bahwa Indonesia pasti pulih.

#IndonesiaBicaraBaik #BersamaUntukIndonesia #PERHUMASIndonesia #StopHoax #StayHappy #StayHealthy #StayAtHome #WFH #AsaUntukPulih #AsaIndonesia #IndonesiaBisa

Terima kasih sudah membaca, jaga kesehatan ya :) 

Kritik dan saran saya tampung pada kolom komentar. Silahkan mampir juga ke instagram saya @florentiapurba


6 komentar:

  1. Mantap KaliπŸ‘Œ
    Semoga Kita bisa menjaga dan mematuhi aturan Pemerintah Demi kesehatan masing masing.

    BalasHapus
  2. Dari kejadian ini yang pertama kali yang harus dilakukan adalah menjalankan pola hidup sehat, dengan melakukan hal kecil aja dengan cara cuci tangan sblm makan. Makan2n yang bersih dan sehat. Krna kita gatau brp bnyk virus/bakteri jika makanan itu tdk bersih. Ya kan? Dan, sbg anak milenial aku mengajak utk lebih peduli lg dgn sesama, jgn egois. Bosen, jenuh, itu pasti guys. Tp ini utk kebaikan kita semua, kita sama2 dirumah aja yuuk, kasihan tenaga medis banyak yang berguguran:( untuk yang sedang bekerja diluar sana, tetap jaga kesehatan, dan waspada ya. Kita bisa, Indonesia bisa. Semangaaaat!!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul. Saling menghargai dan tetap optimis. Stay safe kak 😊

      Hapus